Oct 25, 2016

Keajaiban Shalat Dhuha: Setelah Merutinkannya

Keajaiban Shalat Dhuha – Dalam rangkaian shalat yang dilakukan seorang muslim, ada satu amalan shalat sunat yang merupakan gerbang pintu rezeki bernama shalat dhuha. Shalat sunat ini memang telah disabdakan Rasulullah sebagai salah satu upaya untuk "memancing" datangnya rejeki.

Bahkan banyak cerita nyata yang memperlihatkan keajaiban yang terjadi pada mereka yang melakukan shalat dhuha secara rutin. Ini juga yang menimpa salah seorang muslim bernama Abdullah.
Pada awalnya Abdullah tidak terlalu mementingkan dengan yang namanya shalat dhuha. Selain hanya merupakan ibadah yang sunat, saat atau waktu dhuha merupakan waktu yang sibuk dalam pekerjaannya.

Namun kondisi pun berubah saat ia dipindahkan ke bagian yang lebih longgar dan tidak sesibuk sebelumnya. Ia mulai mengetahui keutamaan dari shalat dhuha dari suatu hadist bahwa Rasulullah senantiasa mengerjakan amalan sunat tersebut. Dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa dua rakaat shalat dhuha setara dengan 360 bersedekah. Sementara shalat empat rakaat di waktu dhuha akan membawa kecukupan sepanjang hari. Bahkan dikatakan pula dengan melakukan shalat dhuha, maka seseorang memiliki pahala layaknya ibadah umrah.


Mengetahui berbagai keutamaan tersebut, Abdullah pun mulai merutinkan shalat dhuha dan keajaiban dimulai sejak hari pertama ia melakukannya.

Sekitar tiga jam setelah Abdullah menunaikan shalat, ia mendapatkan traktiran dari rekannya berupa makan siang gratis. “Alhamdulillah makan siang gratis” Ujarnya.

Bagi sebagian orang, makan siang traktiran tersebut tidak dianggap sebagai rezeki dan hanya kebetulan saja. Sementara Abdullah tidak berpikiran seperti itu. Ia menghubungkan apa yang dialami tersebut dengan ibadah shalat dhuha yang tengah dirutinkannya. Maka semakin jelaslah keajaiban lainnya di hari berikutnya.

“Abdullah, ini ada bonus untuk kamu” Seru atasannya sambil menyerahkan selembar amplop berisi lembaran rupiah. Abdullah pun merasa bersyukur dan lebih yakin dengan keajaiban dari shalat dhuha sehingga ia semakin bersemangat untuk terus melakukannya.

Pada hari ketiga, Abdullah mulai menanti-nanti dan berharap apa yang akan didapatkannya pada hari tersebut. Namun dari tadi pagi, ia tidak mendapatkan rezeki nomplok hingga jam kerja telah selesai.

“Astagfirullah, mengapa aku berharap materi akan ibadah shalat dhuhaku selama ini?” Ia mulai menyadari kesalahannya yang hanya berharap akan rezeki berupa materi dan ibadah yang dilakukannya saat ini tidak ikhlas karena Allah SWT. Setelah itu Abdullah pun mulai memperbaiki dan mengikhlaskan segala yang diamalkannya karena Allah semata dan tidak terpengaruh apakah mendapatkan hal duniawi atau tidak.

Meski ia meyakini tentang manfaat shalat dhuha untuk memperlancar rezeki, namun kini ia tidak lagi menghitung-hitung apa yang didapatnya setelah melakukan ibadah tersebut. Ia mulai fokus untuk ikhlas dan meminta rezeki yang baik kepada Allah. Abdullah pun pulang dengan penuh bayang-bayang penyesalan.

“Bruakkk!” Abdullah terkejut bukan kepalang. Pasalnya ada motor yang menabrak motor miliknya dari arah belakang. Meski sempat oleng, namun Abdullah masih bisa mengendalikan motornya dan tidak terjatuh. Justru motor yang menabrak Abdullah-lah yang jatuh dan tersungkur. Seketika itu juga jalanan menjadi macet. Abdullah yang awalnya ingin menolong penabrak tersebut, justru dipersilakan oleh kerumunan pengendara lain untuk melanjutkan perjalanannya “Silakan mas, lanjut saja. Mas gak salah, biar kami yang urus”.

Ternyata itulah keajaiban hari ketiga yang dialami oleh Abdullah. Keajaiban yang lebih besar dan tidak bisa dibandingkan dengan materi yang didapatnya pada hari sebelumnya.

Abdullah pun mulai tertegun bahwa betapa Allah Maha Pemurah kepada hambaNya. Seorang hamba yang baru melakukan ibadah shalat dhuha, namun dibalas dengan berbagai keajaiban yang tak pernah terbayangkan. Abdullah pun semakin yakin dan terus mengamalkan ibadah tersebut dengan ikhlas dan mengharap yang terbaik dari Allah.

Apakah Anda juga mengalami hal yang sama dengan apa yang dialami oleh Abdullah?

Kabarmakkah.com

No comments: